Puasa
Assalamu'laikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh. Halloo Guys........
Selamat datang di blogger YukMampir...
Semoga dalam keadaan sehat tanpa kekurangan sesuatu apapun ya..
Baik dikesempatan kali ini Ayu akan membahas sedikit tentang materi kita yaitu "PUASA".
Tanpa berlama-lama langsung saja kita simak penjelasan dibawah ini....
"PUASA"
A. Pengertian Puasa
Secara bahasa, puasa dalam bahasa Arab berasal dari kata يصوم - صومان – صياما – صام artinya menahan, mengekang, diam, atau berhenti. Puasa secara bahasa adalah mencegah dan menahan sesuatu, dapat digunakan dalam segala macam hal pencegahan.
Puasa menurut istilah adalah mencegah diri dari segala perkara yang membatalkan mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari dengan niat ibadah kepada Allah Swt.
Dalam definisi ini puasa bukan hanya sekadar seseorang tidak makan atau minum, tetapi ada unsur waktu yang jelas, yaitu sejak terbit fajar hingga terbenam matahari. Juga ada unsur niat, yaitu menyengaja untuk melakukan sesuatu dengan motivasi ibadah.
B. Syarat Wajib Puasa
Adapun syarat-syarat wajib puasa antara lain :
1. Beragama Islam.
2. Berakal.
3. Baligh.
4. Mampu.
5. Bagi wanita suci dari haid atau nifas.
6. Tidak dalam perjalanan ( bukan musafir).
C. Rukun-Rukun Puasa
1. Niat
Niat adalah berketetapan (al-‘azm) di dalam hati untuk mengerjakan puasa sebagai bentuk pelaksanaan perintah Allah SWT dan taqarrub (pendekatan diri) kepada-Nya.
2. Menahan Diri dari Tindakan yang Membatalkan Puasa .
Saat berpuasa harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa dimulai sejak waktu fajar hingga terbenamnya matahari.
D. Sunah-Sunah Puasa
Adapun sunah-sunah puasa antara lain :
1. Melambatkan sahur.
2. Menyegerakan buka puasa ketika sudah waktu berbuka.
3. Membaca doa atau niat berbuka puasa.
4. Berbika diawali dengan makanan/minuman yang manis.
5. Bersedekah memberi makanan berbuka untuk bersama.
6. Lebih giat dalam beribadah dan bersedekah.
E. Hal-Hal Yang Membatalkan Puasa
1. Makan dan minum dengan sengaja.
2. Bersetubuh di siang hari dengan sengaja.
3. Istimma’.
4. Muntah dengan sengaja.
5. Berbekam (bercaduk).
6. Disuntik dengan yang cair.
7. Bercelak.
8. Memutuskan (membatalkan) niat puasa.
F. Hadist Naqli dan Hadist Aqli Dalam Hal Puasa.
a. Puasa RamadhanDalil Naqli :
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَMaksudnya : Wahai orang-orang yang beriman! Kamu diwajibkan berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang yang dahulu daripada kamu, supaya kamu bertakwa.[Surah Al-Baqarah, Ayat : 183]
Dalil Naqli 1 Hari 10 Muharom :Muharram sekaligus dianggap sebagai salah satu bulan mulia. Dalam Q.S. At-Taubah ayat 36, Allah SWT berfirman:إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَArtinya:"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."
b. Puasa Ramdahan dalam Dalil Aqli :
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُبِّيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا عِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَArtinya: "Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berhari rayalah karena melihatnya, jika hilal hilang dari penglihatanmu maka sempurnakan bilangan Sya'ban sampai tiga puluh hari."
Dalil Aqli Puasa Senin Kamis:قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ أَىُّ يَوْمَيْنِ . قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌAku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.”Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai).
Demikian paparan penjelasan mengenai "Puasa", mohon maaf jika ada penjelasan dan pengetikan kalimat yang salah.
Terimakasih teman-teman sebelumnya karena telah mengunjungi Blog YukMampir...
Selamat bertemu di Blog selanjutnya...
Wassalamu'alaikum Warrahmatullahi Wabarakaatuh....
Komentar
Posting Komentar